Rabu, 23 Januari 2013

Filsafat dan Dunia Pendidikan



Secara normatif  tujuan pendidikan sains adalah bisa mengidentifikasi hakekat sains dengan penemuan. Hubungan sains dengan teknologi adalah sains sebagai dasar  kontribusi dari kemajuan  teknologi.Dalam pembelajaran, guru hanya sebagai pemberi dan sis wa hanya diberi maka siswa telah kehilangan intuisinya, karena sains adalah sebuah proses yang mengarahkan siswa melakukan penyelidikan secara ilmiah.
Filsafat yakni normative berjalan sejalan bersama material, formal dan spiritual. Pada zaman Yunani kuno (2000 SM), belum ada agama tetapi sudah ada aspek spiritualnya. Sebagai contoh adanya Dewa Hermein yang mengetahui bisikan Tuhan dan menyampaikannya kepada rakyat biasa. Prinsip ini dikenal sebagai Hermeinitika (terjemah dan menterjemahkan).
Filsafat muncul sebagai akibat dati adanya usaha keluar dari mitos. Mitos adalah mengerjakan dulu sebelum mengetahui bagaimana hakekatnya. Satu demi satu mitos mulai terpecahkan. Tetapi mitos juga memiliki kehebatan dan kelemahan. Contoh kehebantannya adalah mitos nyi roro kidul (orang jawa), manfaat dari mitos ini adalah masyarakat harus percaya kepada rajanya, dan menghargai terhadap laut sehingga terjaga kelestariannya. Namun kekurangan dari mitos adalah membodohi masyarakat dari zaman ke zaman.
Dalam aliran filsafat, Aristoteles adalah filsuf yang pertama kali menimbulkan ide seehingga disebut sebagai bapak logika. Kemudian Plato adalah filsuf yang menciptakan adanya republic tertua (yunani) yaitu tentang ketatanegaraan. Pada zaman modern filsuf Immanuel Kant mengembangkan rasionalisme dan empirisme. Bentuk material, formal, dan spiritual berjalan terus. Dinamikanya adalah terjadi perang salib antara islam dan Eropa. Perang salib pertama, Eropa dikalahkan. Buku-bukunya di bawa oleh orang islam (filsafat Yunani kuno), buku-buku di gereja dihanguskan. Sejak saat itu orang-orang Eropa kehilangan sumbernya. Kemudian perang yang kedua dimenangkan oleh Eropa, dan menemukan kembali bukunya. Salah satu jasa orang islam adalah menyimpan buku-buku Yunani kuno dan mengembangkannya. Tokoh filsuf islam antara lain Imam Gazhali. Sisi formalnya adalah terciptanya industrialisasi (pemikiran jaman modern).
Agus E. Comte, jaman pemikiran ilmiah dimana masyarakat ilmiah dianggap masyarakat yang paling tinggi. Masyarakat agama adalah masyarakat irasional (kasta bawah). Sehingga lahir ilmu bidang seperti fisika, kimia, biologi, matematika. Formalnya dalam bentuk Negara adalah eksploitasi jalan terus, adanya kolonialisasi. Terjadi perang saudara di Amerika yaitu antara industrialisasi dengan agraris. Industrialisasi menang karena tonggaknya power now, ada 4 pilar:
1.      Kapitalisme
2.      Prgmatisme
3.      Utilitarian
4.      Hedonism (cenderung meninggalkan spiritual)

Normatif dalam bidang pendidikan, adanya lima penggolongan dunia pendidikan, yaitu:
1.      Dunia pendidikan kaum kaum industrialis teknologi.
2.      Kaum konservatif: masyarakat yang cenderung mewariskan nilai lama (kerajaan).
3.      Kelompok put humanis: berpusat pada manusi, lawan dari spiritual (komunis).
4.      Kelompok masyarakat progresif.
5.      Kelompok masyarakat sosio aktifis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar