Istilah dewa sudah tidak asing di telinga kita. Pada
zaman dahulu Dewa (maskulin) dan Dewi (feminin) adalah keberadaan
supranatural yang menguasai unsur-unsur
alam atau aspek-aspek tertentu dalam kehidupan manusia. Mereka disembah,
dianggap suci dan keramat, dan dihormati oleh manusia. Dewa memiliki
bermacam-macam wujud, biasanya berwujud manusia atau binatang. Mereka hidup
abadi. Mereka memiliki kepribadian masing-masing. Mereka memiliki emosi,
kecerdasan, seperti layaknya manusia. Beberapa fenomena alam seperti petir,
hujan, banjir, badai, dan sebagainya, termasuk keajaiban adalah ciri khas
mereka sebagai pengatur alam. Mereka dapat pula memberi hukuman kepada makhluk
yang lebih rendah darinya. Beberapa dewa tidak memiliki kemahakuasaan penuh,
sehingga mereka disembah dengan sederhana. Para makhluk supranatural yang menguasai
unsur-unsur alam atau aspek-aspek tertentu dalam kehidupan manusia yang
berjenis kelamin pria disebut "Dewa", sedangkan "Dewi"
adalah sebutan untuk yang berjenis kelamin wanita.
Dewa yang dibahas dalam filsafat ini adalah makhluk
tampak, yang dihargai dan dijunjung tinggi oleh para penghormat, pengagum,
pengikut, dan bawahannya. Misalnya:
·
Bapak ibu /
suami istri adalah paradewanya bagi anak-anaknya.
·
Guru adalah
paradewanya bagi siswa-siswanya, dan siswa tidak akan mempermasalahkan
kesalahan gurunya.
·
Ayam,
paradewanya bagi semut.
·
Peternakan,
paradewanya bagi ayam. Ayam tidak mampu mengetahui komunikasi para peternak.
·
Koruptor, disini
koruptor adalaha dewa sehingga sulit ditangkap dan harus ditangkap oleh dewa
juga (koruptor).
Dewa adalah yang ada dan yang mungkin ada, subjek dari
semua objek-objeknya. Bahasa para dewa berbeda dengan orang dewasa, hanya orang
tertentu saja yang mengetahui pikiran para dewa. Manusia memang bisa menjadi
Dewa. Akan didewakan oleh sesamanya, jika memiliki kebijakan dan kekuasaan,
serta mampu merubah nasib sesamanya. Kata dewa tidak lepas dari kata
transenden. Intinya, Transenden adalah sesuatu yang di luar batas. Di luar
batas pengetahuan dan kesanggupan manusia. Atau di luar batas normal. Sesuatu
yang luar biasa, dan sebagainya. Kata ini di antaranya sering digunakan dalam
matematika untuk menunjukkan bilangan dan fungsi tertentu. Dan juga banyak
digunakan dalam filsafat untuk menunjuk kepada Tuhan atau wujud “super” lainnya
seperti Dewa.
Pertanyaan:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar