Keingintahuan manusia
akan pengetahuan baru menyebabkan manusia melakukan kegiatan untuk mencari
tahu. Salah satu kegiatan dalam rangka mencari tahu adalah bertanya. Bertanya
bertujuan untuk mengisi pengetahuan awal sehingga diperoleh gambaran-gambaran mengenai
pengetahuan baru. Ketika manusia berusaha mencari tahu sehingga diperoleh
gambaran awal membuat manusia mempunyai inisiatif untuk lebih mencari tahu.
Inisiatif manusia muncul ketika tertantang dan tertarik untuk membangun (to
cunstruck) ide dan pengetahuan yang baru agar diperoleh suatu pemahaman
dalam pikirannya. Berbagai macam inisiatif muncul, manusia smenjadi semakin
mantap untuk menempatkan pemahaman mengenai pengtahuan yang dipelajarinya.
Untuk lebih memantapkan dan membangun ide yang terus-terus berkembang, manusia
melakukan penelitan (reseacrher). Berbagai kegiatan dapat dilakukan
dalam rangka melakukan penelitian, bisa dengan mengamati (observasi), bereksperimen,
dan sebagainya. Proses membangun pengetahuan yang demikian, menjadikan manusia
menjadi powerfull, dan dapat disegani karena pemikirannya.
Sama halnya seperti
belajar filsafat, filsafat dimulai dari bertanya, merefleksikan, menganalisis,
memberi saran, dan lain-lain. Salah satu kegiatan yang dianjurkan dalam
pelajaran filsafat yang dibimbing oleh Bapak Marsigit adalah dengan membaca
elegi dan blog-blog yang telah di postingkan oleh beliau. Dari
postingan-postingan itu kita dianjurkan untuk berkomentar, menganalisis dan
memberi saran. Saran yang di harapkan adalah saran yang konstruktif atau
membangun. Misalnya dalam postingan beliau yang terakhir yaitu tentang Masukkan
untuk Perbaikan Draft Kurikulum 2013 Oleh Marsigit, mahasiswa di anjurkan untuk
memberikan masukan atau saran atau kritik yang konstruktif. Lalu apa itu saran
yang konstruktif? Saran atau Kritik mengkritik sebenarnya merupakan hal biasa
di negara demokrasi, asal disampaikan dengan baik, proporsional dan
konstruktif. Kritik konstruktif merupakan pemicu semangat untuk menjadikan
sesuatu menjadi lebih baik.
Ada pertanyaan:
Bagaimana mengkritisi sesuatu tapi secara efektiv?
Orang memberikan saran atau mengkritisi sesuatu
hal memang diperlukan apalagi dalam rangka memajukan atau membuat lebih baik.
Namun tiadalah kritikus yang absolut, karena manusia memiliki keterbatasan.
kritikus yang absolut hanyalah Tuhan. Tingkat orang dalam mengkritisi memang
berbeda-beda tergantung dari pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Tidak
jauh-jauh, Bapak Marsigit saran yang di kemukakannya amat sangatlah bermakna
dan bermanfaat. Beliau memberi saran agar ingin menjadi seperti beliau, maka
kita harus tawakal, sabar, telaten dan tekun. Maka dari itu marilah kita
budayakan kegiatan memberi saran dan kritik mengkritik yang konstruktif untuk
kemajuan bangsa dan n
Tidak ada komentar:
Posting Komentar