Rabu, 23 Januari 2013

Belajar Filsafat : Belajar Memberi saran yang konstruktif.



Keingintahuan manusia akan pengetahuan baru menyebabkan manusia melakukan kegiatan untuk mencari tahu. Salah satu kegiatan dalam rangka mencari tahu adalah bertanya. Bertanya bertujuan untuk mengisi pengetahuan awal sehingga diperoleh gambaran-gambaran mengenai pengetahuan baru.  Ketika manusia berusaha mencari tahu sehingga diperoleh gambaran awal membuat manusia mempunyai inisiatif untuk lebih mencari tahu. Inisiatif manusia muncul ketika tertantang dan tertarik untuk membangun (to cunstruck) ide dan pengetahuan yang baru agar diperoleh suatu pemahaman dalam pikirannya. Berbagai macam inisiatif muncul, manusia smenjadi semakin mantap untuk menempatkan pemahaman mengenai pengtahuan yang dipelajarinya. Untuk lebih memantapkan dan membangun ide yang terus-terus berkembang, manusia melakukan penelitan (reseacrher). Berbagai kegiatan dapat dilakukan dalam rangka melakukan penelitian, bisa dengan mengamati (observasi), bereksperimen, dan sebagainya. Proses membangun pengetahuan yang demikian, menjadikan manusia menjadi powerfull, dan dapat disegani karena pemikirannya.
Sama halnya seperti belajar filsafat, filsafat dimulai dari bertanya, merefleksikan, menganalisis, memberi saran, dan lain-lain. Salah satu kegiatan yang dianjurkan dalam pelajaran filsafat yang dibimbing oleh Bapak Marsigit adalah dengan membaca elegi dan blog-blog yang telah di postingkan oleh beliau. Dari postingan-postingan itu kita dianjurkan untuk berkomentar, menganalisis dan memberi saran. Saran yang di harapkan adalah saran yang konstruktif atau membangun. Misalnya dalam postingan beliau yang terakhir yaitu tentang Masukkan untuk Perbaikan Draft Kurikulum 2013 Oleh Marsigit, mahasiswa di anjurkan untuk memberikan masukan atau saran atau kritik yang konstruktif. Lalu apa itu saran yang konstruktif? Saran atau Kritik mengkritik sebenarnya merupakan hal biasa di negara demokrasi, asal disampaikan dengan baik, proporsional dan konstruktif. Kritik konstruktif merupakan pemicu semangat untuk menjadikan sesuatu menjadi lebih baik.
Ada pertanyaan: Bagaimana mengkritisi sesuatu tapi secara efektiv?
Orang memberikan saran atau mengkritisi sesuatu hal memang diperlukan apalagi dalam rangka memajukan atau membuat lebih baik. Namun tiadalah kritikus yang absolut, karena manusia memiliki keterbatasan. kritikus yang absolut hanyalah Tuhan. Tingkat orang dalam mengkritisi memang berbeda-beda tergantung dari pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Tidak jauh-jauh, Bapak Marsigit saran yang di kemukakannya amat sangatlah bermakna dan bermanfaat. Beliau memberi saran agar ingin menjadi seperti beliau, maka kita harus tawakal, sabar, telaten dan tekun. Maka dari itu marilah kita budayakan kegiatan memberi saran dan kritik mengkritik yang konstruktif untuk kemajuan bangsa dan n

Tidak ada komentar:

Posting Komentar