Determinism berasal dari kata “to determin” yang
berarti memberlakukan sifat atau menjatuhkan sifat. Contoh determinism (pada
hewan) misalnya, seekor burung yang menjatuhkan kontorannya di atas daun. Pada tumbuhan
misalnya, daun yang jatuh ke tanah itu sudah determinism karena daun telah
menutup-nutupi sifat tanah yang tampak hanyalah
sifat daun. Lalu bagaimana relevansinya pada kehidupan kita? Sangat relevansi. Bahaya
dari determinism adalah jika merugikan orang lain, determinism kecil merugikan,
determinism besar bisa membunuh. Dan bahaya lagi jika yang bersangkutan tidak
menyadarinya dan itu telah dilakukan oleh hampir semua guru di Indonesia, karena
semua guru suka menutupi murid-muridnya dengan bayang-bayang mereka (seperti
dalam elegi guru menggapai kesempatan). Maka
secara filsafat, orang yang suka menutupi sifat orang lain, orang yang suka
memaksakan kehendak, dan seorang pemimpin yang tidak bijaksana adalah orang
yang sangat kejam. Maka salah satu solusinya adalah komunikasi, berusaha
mengungkapkan kembali supaya tidak jauh memahaminya (dengan cara terjemah dan
menterjemahkan).
Sehebat-hebat manusia, determinnya masih relativ.
Determin absolute adalah Tuhan, karena Tuhan yang menciptakan segalanya di
dunia ini. Sebagian besar orang sangat suka menjatuhkan sifat kepada orang lain
terutama kepada orang yang dikuasainya. Misalnya suami yang menjatuhkan sifat
kepada istri, ibu kepada anak, dan kakak kepada adik, gubernur kepada
bawahannya, dan seterusnya. Disini yang ditekankan adalah determinasi guru
kepada murid, sehingga guru harus instrospeksi yaitu dengan komunikasi,
terjemahkanlah siswamu dan maka akan diterjemahkan siswamu dalam ruang dan
waktu dalam kerangka doa. Guru yang mengatakan bahwa murid itu pintar itu
termasuk determinasi positif karena membuat murid bahagia, tetapi dalam waktu
lama belum tentu itu baik.Dewi Anggraini P.
PSn Kls D 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar