Pernahkah anda bertanya dalam hati, apa tujuan hidup ini?
Atau mengajukan pertanyaan, mengapa saya ada? Untuk menjawab pertanyaan
tersebut anda dapat mengajukan argumen dan jawaban anda secara rasional dan
tepat, maka belajar filsafat adalah sesuatu yang mesti anda lakukan. Setidaknya
dengan mempelajari filsafat, anda bisa menemukan metode yang lebih tepat untuk
memahami dan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar tersebut.
Kata filsafat bisa ditaruh di depan apa saja, misalnya
filsafat sains, filsafat matematika, filsafat kelahiran, bahkan filsafat tempe
atau juga filsafat tahu. Bagi pemula filsafat dapat dipelajari meskipun
kesadaran kita bermacam-macam. Filsafat bersifat vertikal dan horisontal.
Bersifat horisontal artinya hubungan antar teman yang satu dengan teman yang
lainnya. Sedangkan bersifat vertikal yaitu hubungan dengan ayah dan ibu.
Filsafat juga ada penggolongannya seperti halnya pelajaran dalam perkuliahan.
Adapun dalam berfilsafat juga mempunyai adab, yaitu:
1.
Memposisikan
Adab memposisikan disini berarti mampu hidup mandiri dan
bersama-sama atau berkelompok. Keunikan dari filsafat ini adalah anda tidak
berangkat dari nol, tetapi berasal dari separuh pengalaman dan separuhnya lagi
adalah logika atau pemikiran. Banyak yang beranggapan kalau berfilsafat adalah
penyebab dari adanya hal-hal yang negatif atau miring. Tetapi anggapan seperti itu ternyata salah, manusia
mempunyai sifat yang terbatas, pengembangan pikiran manusia juga terbatas. Maka
perlu adanya kontrol atau batasan dalam pemikiran. Setinggi-tingginya ilmu
tidak mungkin akan mengetahui isi relung hati orang lain.
Alat atau metode untuk mempelajari filsafat adalah dengan bahasa analog
(bukan sekedar bahasa kiasan). Analogi dari spiritual adalah hati, analogi dari
filsafat adalah pikiran.
Spiritual
|
Normatif
|
Formal
|
Material
|
Dari bagan diatas dapat terlihat bahwa spiritual berada
pada paling atas karena yakin adalah absolut. Disini, inti dari abad
berfilsafat memposisikan adalah tetapkanlah hatimu ibarat satu langkah
berfilsafat, sepuluh kali beribadah atau beramal dijamin akan hidup damai,
tentram dan aman karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang beradab berdasarkan
pancasila.
2.
Meluruhkan
Adab berfilsafat yang kedua adalah meluruhkan, yakni
meluruhkan ego dalam pikiran masing-masing dan meluruhkan kesombongan dalam
hati kita masing-masing. Filsafat dalam posisi nol yaitu berangkat dari yang
tidak jelas untuk memperoleh kejelasan. Cara mempelajari filsafat yaitu dari prinsip hidup yang di ajarkan oleh
Tuhan baik benda hidup ataupun benda mati hidup secara harmonis. Prinsip dasar
dari hidup yaitu berawal dari dewa yunani yang bernama Dewa Hermen, yang
kemudian prinsipnya di kembangkan menjadi prinsip hermentika yaitu hidup adalah
terjemah dan menterjemahkan. Hal ini berarti kita hidup untuk mencari tahu
segala sesuatu yang masih menjadi teka-teki agar kita bisa menterjemahkan apa
arti hidup sesungguhnya.
Berikut adalah bagan mengenai tingkatan-tingkatan dalam
filsafat:
(Power Now)
Post Post
Modern
|
Post Modern
|
Modern
|
Feodal
|
Traditional
|
Tribal
|
Archaic
|
Dunia dikuasi oleh Power Now yang berisi tiga unsur yaitu
ekonomi, politik dan teknologi, sehingga menjadi motor penggerak yang paling
besar. Kedudukan filsafat disini yang mulanya negatif sekarang menjadi positif.
Dengan belajar filsafat, anda akan mendapatkan beberapa ketrampilan berikut;
memikirkan suatu masalah secara mendalam dan kritis, membentuk argumen dalam
bentuk lisan maupun tulisan secara sistematis dan kritis, mengkomunikasikan ide
secara efektif, dan mampu berpikir secara logis dalam menangani masalah-masalah
kehidupan yang selalu tak terduga. Dengan belajar filsafat, anda akan dilatih
menjadi manusia yang utuh, yakni yang mampu berpikir mendalam, rasional,
komunikatif.
Pertanyaan:
1.
Apa peran manusia
dalam filsafat pendidikan yang nanti akan dipelajari?
2. Selain filsafat yang tertulis dalam Pancasila,
apakah unsur penting yang harus ada supaya Indonesia maju?
Dewi Anggraini P
12708251083
Pendidikan Sains Kelas D
Pascasarjana UNY
Tidak ada komentar:
Posting Komentar