Dalam belajar filsafat, banyak sekali
pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan apa itu filsafat dan seluk
beluknya. Berikut ini refleksi dari pertanyaan-pertanyaan filsafat yang
diajukan oleh mahasiswa PSn kelas D.
Mengapa matahari terbit dari timur? Banyak dari
mahasiswa yang menjawab dengan alasan yang ilmiah. Misalnya, karena bumi
berotasi atau karena matahari yang berevolusi, dan lain-lain. Jawaban-jawaban
seperti itu adalah bukan jawaban sebagai seorang filsafat. Contoh jawaban
berfilsafatnya adalah matahari terbit dari timur adalah karena kesadaranku atau
kesadaranmu. Coba saja kalau orang yang tidak sadar (tidur) mana mungkin tahu
kalau matahari terbit dari mana. Jawaban filsafat lainnya adalah karena tahu
dari buku atau tahu dari bapak ibuku. Masih banyak jawaban filsafat yang
lainnya yang bisa digali.
Mengapa filsafat terus ada? Sama halnya pertanyaan
mengapa pikiran harus ada. Jawabannya berdimensi karena pekat terhadap ruang
dan waktu. Karena filsafat adalah olah pikiran maka segala kemungkinan bisa
digali, pengalaman disini adalah penting karena pengalaman menyadarkan yang
mungkin ada dari diri kita.
Apakah yang dimaksud filsafat umum dan filsafat
khusus? Filsafat dapat ditaruh di depan manapun sama halnya dunia (dipenjelasan
sebelumnya). Filsafat adalah olah pikir yang bersifat refleksi. Tidak semua
orang dapat berfilsafat. Contohnya anak kecil, anak kecil tidak bisa
berefleksi. Orang dewasa pun belum tentu bisa berfilsafat kalau hanya meriset
tetapi tidak merefleksikannya.
Saat ini era pendidikan bukan jaman kebodohan, tetapi
mengapa banyak orang yang meninggalkan spiritual? Bertemunya ekonomi, industri,
dan politik adalah 3 pilar kapitalisme yang menganggap spiritual berada tidak
ditempat yang paling tinggi, tetapi di tengah-tengah bahkan dibawah
tradisional. Tidak ada kekuatan apapun yang bisa membendung kapitalisme karena
kapitalisme identik dengan teknologi dan ekonomi. Manusia jaman sekarang tisak
lepas dari adanya teknologi dan ekonomi sehingga spiritual mengalami tekanan
yang maha hebat. Diperlukan tenaga yang ekstra hebat agar kita kembali ke area
spiritual yang kokoh dan tangguh. Kapanpun dan dimanapun harus berkondisi
spiritual, dalam keadaan berdoa maka kita akan aman. Kalau terlalu jauh
mengembarakan pikiran maka akan repot sehingga kehilangan segalanya (secara
psikologis adalah menjadi gila).
Mengapa kita harus memikirkan kembali hal yang
dianggap sudah jelas dari ketidakjelasan padahal diperoleh dengan susah payah?
Keadaan tidak jelas adalah penyakit filsafat, kecuali jelasnya dalam hati asal
terbimbing. Musuh besar berfilsafat adalah ketika orang yang sudah jelas
semuanya dan itu tidak sesuai dengan hakekat hidup yaitu beriktiyar menggapai
harmoni.
Bagaimana menerapkan pola pikir generasi muda agar
tidak terjebak dalam pragmatisme? Jebakan filsafat adalah kemunafikan (saya
melarang tetapi saya melakukan). Satu-satunya cara adalah mengembangkan skema
menyongsong pengaruh dari luar yaitu menyesuaikan dengan filsafat bangsa dan
Negara kita Indonesia.
Dalam adab memposisikan diri tak berangkat dari nol,
tetapi dalam meluruhkan hati harus berposisi dari nol? Untuk bisa meluruhkan
hati ke posisi nol perlu pengalaman yang tidak dari nol.
Bagaimana sikap kita terhadap kesempatan yang nantinya
kesempatan itu akan menjadi bumerang bagi kita? Kaitannya dengan potensi,
sebaiknya berikhtiyar untuk sesuatu agar tidak merugikan. Bumerang adalah
kejadian yang akan dating menimpa, maka diwajibkan berikhtiyar agar hidup
menjadi baik. Spiritualitas adalah sumber dari harmoni kita
Kapan filsafat ada didunia? Selama manusia berfikir
dan merefleksi artinya dia berfilsafat. Tetapi bisa juga menggunakan
dokumen-dokumen yang tertua misalnya filsafat yunani, karena yang pertama kali
yang berusaha menghapus adanya mitos.
Apakah perbedaan filsafat barat denagn filsafat islam
di timur pada umumnya? Filsafat barat dan filsafat islam di timur perbedaan
pokoknya adalah pada Imam Ghazali. Imam Ghazali (ontologi gerak) , kita bertemu
Tuhan adalah dengan cara kita sholat, sedangkan filsafat barat hanya berhenti
sampai memikirkannya. Perbedaan pokok lainnya adalah kalau filsafat timur:
tetapkanlah hatimu ke dalam pikiranmu sebagai komandanmu sebelum kau
mengembangkan pikiranmu. Sedangkan filsafat barat: silahkan kembangkan
fikiranmu sejauh mungkin dan itu adalah wujud dari arogan atau kesombongan.
Apakah wahyu disamakan dengan mitologi filsafat atau
tidak? Dalam pewayangan wahyu dipersonifikasikan seakan-akan dapat berbicara.
Secara filsafat wahyu adalah kejelasan pikiran yang mungkin ada telah menjadi ada.
Setiap kata yang dimengerti adalah wahyu dan karunia yang tidak ternilai dan
harus disyukuri. Wahyu disini kaitannya dengan spiritual.
Apakah bertuhan sesuatu yang idealis? Bertuhan dan
idealis tidak ada kaitannya. Bertuhan adalah pikiran, dan idealis adalah
keyakinan. Jangan coba-coba merasionalkan Tuhan, karena Tuhan adalah absolut.
Pertanyaan:
1.
Apa ciri khas
yang membedakan antara bahasa sehari-hari, bahasa ilmiah dan bahasa filsafat?
2.
Apa sajakah
manfaat yang bisa diambil dari mempelajari filsafat?
Dewi Anggraini P
12708251083
Pendidikan Sains Kelas D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar