Senin, 24 September 2012

Filsafat dengan Berbagai Pertanyaannya

Dalam belajar filsafat, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan apa itu filsafat dan seluk beluknya. Berikut ini refleksi dari pertanyaan-pertanyaan filsafat yang diajukan oleh mahasiswa PSn kelas D.
Mengapa matahari terbit dari timur? Banyak dari mahasiswa yang menjawab dengan alasan yang ilmiah. Misalnya, karena bumi berotasi atau karena matahari yang berevolusi, dan lain-lain. Jawaban-jawaban seperti itu adalah bukan jawaban sebagai seorang filsafat. Contoh jawaban berfilsafatnya adalah matahari terbit dari timur adalah karena kesadaranku atau kesadaranmu. Coba saja kalau orang yang tidak sadar (tidur) mana mungkin tahu kalau matahari terbit dari mana. Jawaban filsafat lainnya adalah karena tahu dari buku atau tahu dari bapak ibuku. Masih banyak jawaban filsafat yang lainnya yang bisa digali.
Mengapa filsafat terus ada? Sama halnya pertanyaan mengapa pikiran harus ada. Jawabannya berdimensi karena pekat terhadap ruang dan waktu. Karena filsafat adalah olah pikiran maka segala kemungkinan bisa digali, pengalaman disini adalah penting karena pengalaman menyadarkan yang mungkin ada dari diri kita.
Apakah yang dimaksud filsafat umum dan filsafat khusus? Filsafat dapat ditaruh di depan manapun sama halnya dunia (dipenjelasan sebelumnya). Filsafat adalah olah pikir yang bersifat refleksi. Tidak semua orang dapat berfilsafat. Contohnya anak kecil, anak kecil tidak bisa berefleksi. Orang dewasa pun belum tentu bisa berfilsafat kalau hanya meriset tetapi tidak merefleksikannya.
Saat ini era pendidikan bukan jaman kebodohan, tetapi mengapa banyak orang yang meninggalkan spiritual? Bertemunya ekonomi, industri, dan politik adalah 3 pilar kapitalisme yang menganggap spiritual berada tidak ditempat yang paling tinggi, tetapi di tengah-tengah bahkan dibawah tradisional. Tidak ada kekuatan apapun yang bisa membendung kapitalisme karena kapitalisme identik dengan teknologi dan ekonomi. Manusia jaman sekarang tisak lepas dari adanya teknologi dan ekonomi sehingga spiritual mengalami tekanan yang maha hebat. Diperlukan tenaga yang ekstra hebat agar kita kembali ke area spiritual yang kokoh dan tangguh. Kapanpun dan dimanapun harus berkondisi spiritual, dalam keadaan berdoa maka kita akan aman. Kalau terlalu jauh mengembarakan pikiran maka akan repot sehingga kehilangan segalanya (secara psikologis adalah menjadi gila).
Mengapa kita harus memikirkan kembali hal yang dianggap sudah jelas dari ketidakjelasan padahal diperoleh dengan susah payah? Keadaan tidak jelas adalah penyakit filsafat, kecuali jelasnya dalam hati asal terbimbing. Musuh besar berfilsafat adalah ketika orang yang sudah jelas semuanya dan itu tidak sesuai dengan hakekat hidup yaitu beriktiyar menggapai harmoni.
Bagaimana menerapkan pola pikir generasi muda agar tidak terjebak dalam pragmatisme? Jebakan filsafat adalah kemunafikan (saya melarang tetapi saya melakukan). Satu-satunya cara adalah mengembangkan skema menyongsong pengaruh dari luar yaitu menyesuaikan dengan filsafat bangsa dan Negara kita Indonesia.
Dalam adab memposisikan diri tak berangkat dari nol, tetapi dalam meluruhkan hati harus berposisi dari nol? Untuk bisa meluruhkan hati ke posisi nol perlu pengalaman yang tidak dari nol.
Bagaimana sikap kita terhadap kesempatan yang nantinya kesempatan itu akan menjadi bumerang bagi kita? Kaitannya dengan potensi, sebaiknya berikhtiyar untuk sesuatu agar tidak merugikan. Bumerang adalah kejadian yang akan dating menimpa, maka diwajibkan berikhtiyar agar hidup menjadi baik. Spiritualitas adalah sumber dari harmoni kita
Kapan filsafat ada didunia? Selama manusia berfikir dan merefleksi artinya dia berfilsafat. Tetapi bisa juga menggunakan dokumen-dokumen yang tertua misalnya filsafat yunani, karena yang pertama kali yang berusaha menghapus adanya mitos.
Apakah perbedaan filsafat barat denagn filsafat islam di timur pada umumnya? Filsafat barat dan filsafat islam di timur perbedaan pokoknya adalah pada Imam Ghazali. Imam Ghazali (ontologi gerak) , kita bertemu Tuhan adalah dengan cara kita sholat, sedangkan filsafat barat hanya berhenti sampai memikirkannya. Perbedaan pokok lainnya adalah kalau filsafat timur: tetapkanlah hatimu ke dalam pikiranmu sebagai komandanmu sebelum kau mengembangkan pikiranmu. Sedangkan filsafat barat: silahkan kembangkan fikiranmu sejauh mungkin dan itu adalah wujud dari arogan atau kesombongan.
Apakah wahyu disamakan dengan mitologi filsafat atau tidak? Dalam pewayangan wahyu dipersonifikasikan seakan-akan dapat berbicara. Secara filsafat wahyu adalah kejelasan pikiran yang mungkin ada telah menjadi ada. Setiap kata yang dimengerti adalah wahyu dan karunia yang tidak ternilai dan harus disyukuri. Wahyu disini kaitannya dengan spiritual.
Apakah bertuhan sesuatu yang idealis? Bertuhan dan idealis tidak ada kaitannya. Bertuhan adalah pikiran, dan idealis adalah keyakinan. Jangan coba-coba merasionalkan Tuhan, karena Tuhan adalah absolut.
Pertanyaan:
1.      Apa ciri khas yang membedakan antara bahasa sehari-hari, bahasa ilmiah dan bahasa filsafat?
2.      Apa sajakah manfaat yang bisa diambil dari mempelajari filsafat? 
 
Dewi Anggraini P
12708251083
Pendidikan Sains Kelas D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar